Seorang pria menangis ,kemudian ada orang menanyakannya kenapa dia menangis. Orang yg menangis ini lalu mengatakan, “Aku memiliki seorang putra, aku pikir aku akan membuat dia bisa membaca dan menulis dan akan menjadi orang besar. Dan kami memberinya pendidikan yang terbaik dg mengirimnya belajar ke luar negeri. Lalu tiba-tiba ia
Ibnul Jauzi rahimahullah di dalam bukunya “Talbis Iblis” (perangkap iblis), pernah menukilkan dari Imam Hasan Al Bashri rahimahullah, sebuah kisah yang menarik untuk direnungi. Berikut kisahnya: “Dahulu kala, ada sebuah pohon yang sering disembah dan dikeramatkan. Melihat hal itu, muncullah keinginan pada diri seorang pemuda untuk menebangnya. Maka dia pun
Kehidupan ini memang berliku dan beragam, dikisahkan dari sebuah kisah nyata.. Seorang lelaki tua pada suatu kota di Al-Qassim KSA terhimpit hutang yang tidak sedikit jumlahnya, di mana orang yang dihutangi adalah seorang pedagang kaya yang juga sudah berumur.. Pemilik piutang tersebut sudah beberapa kali meminta kepada lelaki tua tersebut
Dua orang laki-laki taat beragama, bersama istrinya masing-masing yang bercadar, berangkat ke Perancis. Di bandara, para petugas menolak kedatangan mereka sebelum diperiksa dan membuka cadarnya. Tentu saja keputus an untuk membuka cadar ini ditolak dan ditentang kedua mukminah tersebut. Para petugas kemudian menggiringg keduanya menuju petugas wanita berkebangsaan perancis agar
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Yang mengikuti Dajjal dari kalangan Yahudi Isfahan sebanyak tujuh puluh ribu orang, mereka mengenakan pakaian tayalisah.” [Kitab Shahih Muslim, no.2944] Isfahan termasuk salah satu kota dari beberapa kota di Iran. Lantas, siapakah yahudi Isfahan? Apakah ada orang-orang yahudi di Iran pada saat ini?
Salah seorang mujahidin yang berjaga jaga di aden , tepatnya di daerah jaulah suzuki menceritakan sebuah kejadian yang menggetarkan hati… Beliau berkisah : suatu saat kami sedang di medan perang melawan syiah hutsi …. Dan kami berhasil menawan salah seorang diantara mereka, kemudian dia kami interogasi : “Apa pendapatmu tentang
Suatu malam Zakaria bangun dari tidurnya seraya menyeru Rabbnya dengan suara yang ditahan dari pendengaran orang-orang yang hadir di rumahnya, “Wahai Rabbku, wahai Rabbku, wahai Rabbku!” Allah menjawab seruannya, “Ya, ya, ya.” Zakariyya Alaihissalam pun mengadu karena banyaknya uban di kepalanya, sebagaimana ungkapan Ibnu Duraid berikut, Tidakkah Engkau lihat kepalaku
Seorang laki-laki datang kepada Khalifah Abu Ja’far Al Manshur. Ia bercerita bahwa ia pergi berdagang. Harta yang didapatnya ia serahkan kepada istrinya. Saat ia meminta kembali, istrinya mengatakan bahwa harta itu dicuri dan ia tidak tahu siapa pencurinya. Al Manshur bertanya, “Sejak kapan engkau menikahi istrimu?” “Sudah setahun,” jawabnya. “Gadis
Jangan Lupakan Sejarah! Mengingatkan Kembali Pembataian 30.000 Jiwa Lebih Di Depan Ka’bah DR. Majdi Ar Roba’iy (pakar sejarah) berkata: Aku telah menghabiskan sepuluh tahun dari umurku bersama syi’ah… Dan kupelajari sejarah mereka, kuteliti sepak terjang mereka dan tokoh-tokoh utama mereka… Demikian pula perseteruan mereka terhadap ahlussunnah wal jama’ah… Itu semua
da seseorang berkata: “Bir salahnya di mana sih? Ada enggak orang mati karena minum bir? Orang mati kan karena minum oplosan cap topi miring-lah, atau minum spiritus campur air kelapa?” =============== Abu Umar Basyier memberikan ulasan pada bagian penutup dalam bukunya “Humor Salafy”terbitan Unaizah Media yang disadur dari Kitab Al-Adzkiyaa
Dikisahkan salah seorang tabi’in jatuh sakit… Tatkala ibunya datang menjenguknya maka serta merta ia bangkit dan memakai bajunya… Seakan akan tidak terjadi sesuatu apapun pada dirinya… Setelah melihat keadaan anaknya baik baik saja maka pergilah sang ibu… Begitu ibunya pergi, sang anak jatuh pingsan karena menahan sakit… Setelah sadar dan
Al Hafizh Abu Al Qaim Asakir berkata, “Dia adalah Uzair bin Haiwah.” Ishak bin Basyar berkata, “Uzair adalah seorang hamba yang shalih dan bijaksana. Suatu hari ia keluar ke kebun yang selalu dijaga dan dipeliharanya. Ketika pulang, saat waktu Zhuhur, ia berhenti di dekat sebuah rumah kosong karena saat itu