Kisah Para Ulama & Orang Shalih

Ibnul Jauzi (W.597H) Membaca 200.000 lebih Jilid Buku

Saat membahasa tentang membaca buku, di dalam Shaid al-Khatir Ibnu Jauzi berkata menceritakan dirinya, “Aku tidak pernah kenyang membaca buku. Jika menemukan buku yang belum pernah aku lihat, maka seolah-olah aku mendapatkan harta karun. Aku pernah melihat katalog buku-buku wakaf di madrasah an-Nidhamiyyah yang terdiri dari 6.000 jilid buku. Aku juga melihat katalog buku Abu Hanifah, al-Humaidi, Abdul Wahhab bin Nashir dan yang terakhir Abu Muhammad bin Khasysyab. Aku pernah membaca semua buku tersebut serta buku lainnya. Aku pernah membaca 200.000 jilid buku lebih. Sampai sekarang aku masih terus mencari ilmu.” Kemudian Ibnul Jauzi memaparkan hasil pengkajian ilmunya. [Shaid al-Khatir hal.557]

Ibnul Jauzi rahimahullah juga menasihati orang alim dan pencari ilmu, “Sebaiknya kamu mempunyai tempat khusus di rumahmu untuk menyendiri. Di sana kamu bisa membaca lembaran-lembaran bukumu dan menikmati indahnya petualangan pikiranmu.” [Shaid al-Khatir hal.318]

Sumber: Buku “Gila Baca Ala Ulama”, Ali bin Muhammad al-‘Imran, Penerbit Arafah, Hal.54

Artikel: www.KisahIslam.net

Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

3 comments

  1. tukjanggut 14 January, 2012 at 22:53 Reply

    Ini adalah satu mitos untuk mengagung agungkan seseorang melebihi dari tahap yang sepatutnya, dari segi akal dan ilmu mantik adalah mustahil bagi Ibnu Jauzi membaca sebanyak 200,000 jilid buku dalam hayatnya. Jika satu jilid buku mengambil masa selama 4 jam, Ibnu jauzi memerlukan lebih dari 91 tahun untuk menghabiskanya tanpa makan , minum, solat dan tidur. Lain kali gunalah akal sedikit jika hendak menerbit sesuatu jangan ambil ikut sedap cerita, nanti nampak kebodohan kamu, dan org lain yang menceduk ilmu ini dari kamu pun akan jadi bodoh. Allah berfirman ” ..dan Allah menimpakan kehinaan kepada orang orang yang tidak mempergunakan akalnya.” Yunus:100

  2. admin01 15 January, 2012 at 07:00 Reply

    Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang bermantiq, maka dia akan jadi zindiq (sesat).”
    Beliau juga berkata: “Hukumanku bagi ahlul kalam (mantiq) adalah dipukul dengan pelepah korma dan sandal, dikelilingkan ke kampung-kampung dan diumumkan di hadapan manusia: “Inilah balasan bagi orang-orang yang meninggalkan kitab dan sunnah dan berpaling pada ilmu kalam (mantiq).” (Syarh al-Aqidatul ath-Thahawiyah, hal. 72)

    Berkata Imam Ahmad : “Janganlah kalian bermajelis dengan ahlul kalam, walaupun ia membela sunnah. Karena urusannya tidak akan membawa kebaikan!” (Al-Ibanah, juz 2/540 melalui nukilan Lamu ad-Duur Minal Qaulil Ma’tsur, Syaikh Jamal Ibnu Furaihan, hal. 40)

    Al-Imam As-Suyuthi berkata dalam Husnul Muhadhoroh 1/339:
    “Dulu pada awal menuntut ilmu, aku mempelajari sedikit ilmu mathiq, kemudian Allah menaruh kebencian terhadapnya di dalam hatiku dan aku mendengar Ibnush Sholah berfatwa tentang haromnya ilmu kalam, oleh karena itu Allah memberikan ganti untukku dengan ilmu hadits yang merupakan ilmu yang paling utama.”

    sesungguhnya akal antum itu mempunyai keterbatasan ya akhi..

Leave a Reply to rizki Cancel reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia