Kisah Para Ulama & Orang Shalih

Kisah Abu Hanifah Bertetangga Dengan Pemuda Tukang Sepatu

“Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, yang telah

memuliakan tetangga dan memenuhi haknya.” (Si Pemuda)

Kisah unik ini disebutkan oleh Khathib Al-Baghdadi dalam Târîkh-nya (15/487):
Al-Qasim bin Ghassan berkata, “Abdullah bin Raja’ Al-Hadzdzani mengabarkan kepadaku, “Di Kufah, Abu Hanifah bertetanggaan degnan seorang pemuda tukang sepatu. Dia bekerja speanjang siang. Ketika tiba waktu malam, ia pulang ke rumahnya dengan membawa daging yang ingin dimasak atau ikan yang ingin dipanggang. Setelah itu ia menenggak minuman kera. Ketika minumannya sudah ditenggak, ia menyenandungkan nyanyian,

Mereka telah menelantarkan

Betapa malang pemuda yang ditelantarkan

Untuk hari yang pahit dan hutang yang tak kunjung lunas

Pemuda itu terus saja minum dan mengulang-ulang bait nyanyian di atas hingga dia tertidur.

Abu Hanifah sudah biasa mendengar kebiasaan pemuda tersebut. Suatu malam, Abu Hanifah melakukan shalat semalam suntuk dan tidak mendapati suara pemuda yang menjadi tetangganya. Ketika bertanya tentang pemuda tersebut, ada yang menjawab bahwa ia diringkus oleh petugas patroli malam beberapa malam yang lalu. Ia sekarang dipenjara.

Keesokan harinya, seusai melaksanakan shalat Shubuh, Abu Hanifah langsung mengendari keledainya dan meminta izin kepada gubernur. Gubernur pun memerintahkan para bawahannya, “Izinkanlah Abu Hanifah, biarkanlah dia mengendarai keledainya dan jangan biarkan dia turun hingga dia menginjak karpet.” Abu Hanifah pun melakukannya.

Sang gubernur terus saja melapangkan majelis untuk Abu Hanifah lalu bertanya, “Apa kebutuhan Anda?”

“Aku memiliki tetangga tukang sepatu, yang diringkus oleh petugas patroli malam sejak beberapa malam yang lampai, maka saya minta agar dia dibebaskan.” Kata Abu Hanifah.

“Ya.” Jawab gubernur, “Bahkan tidak hanya itu, seua orang yan gdiringkus oleh petugas sejak malam itu hingga hari ini semuanya jug adibebaskan.”

Abu Hanifah kemudian mengendarai keledainya sementara si pemuda tukang sepatu berjalan di belakangnya. Ketika turun dari keledainya, Abu Hanifah menghampiri pemuda tersebut, “Wahai pemuda, apakah kami telah menyia-nyiakanmu?”

“Tidak.” Kata pemuda itu. Ia melanjutkan, “Bahkan Anda telah menjaga dan merawat aku. Semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan, yang telah memuliakan tetangga dan memenuhi haknya.”

Pemuda tersebut akhirnya bertaubat dan tidak mengulangi kebiasaannya lagi.

Sumber:

Buku 155 Kisah Langka Para Salaf, penerbit Pustaka Arafah, hlm. 300-301

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia