Kisah Shahabiyat

Jangan Menghitung-Hitung Pemberian

Asma binti Abu Bakar, diperistri oleh sahabat yang mulia, Zubair bin Awwam. Keluarga yg sangat sederhana, bahkan jauh dari sekadar cukup. Padahal Asma adalah putri dari orang terbaik setelah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Bahkan menjadi bagian dari keluarga Rasulullah karena Aisyah adalah saudarinya. Namun demikian Asma hidup dalam keterbatasan secara ekonomi.

Asma menuturkan kondisi kehidupannya bersama suami tercintanya, “Zubair menikahiku sedangkan dia tidak memiliki harta, tidak pula budak. Kecuali seekor unta dan seekor kuda. Aku ikut mengurus kudanya, memberinya makan dan mencarikan air. Aku juga ikut mengairi pohon kurma, mengisikan air ke girbahnya dan mengadon roti. Tapi karena belum pandai mengadon, maka para tetangga wanita dari Anshar mengadonkan roti untukku. Ya, mereka adalah wanita-wanita yg tulus. Aku juga ikut mengangkut hasil kebun kurma milik Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam , yang digarap oleh Az-Zubair. Aku mengangkut dengan menyungginya dengan berjalan kaki sejauh 2 kilo meter.” (HR. Al Bukhari no. 5224, Muslim, no. 2182) 


Namun demikian, hidup dalam kekurangan tidak menjadi alasan bagi Asma untuk tidak bersedekah. Walau hal itu membuat beliau gelisah, sehingga beliau bertanya kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, “Wahai Rasulullah, saya tidak punya harta, kecuali pemberian dari Az-Zubair. Apakah aku berdosa Jika aku menyedekahkan apa yang diberikan Az-Zubair kepadaku?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menjawab, “Berinfaklah dan jangan menghitung-hitung pemberian, sehingga Allah menghitung (pemberian-Nya) kepadamu. Dan jangan menahan harta lalu tidak bersedekah, sehingga Allah menahan (pemberian-Nya) kepadamu.” (Muttafaq ‘alaih) 


Pantaslah jika Abdullah bin Zubair mengatakan, “Aku belum pernah menyaksikan wanita yg lebih dermawan daripada dua wanita ini, yakni Aisyah dan Asma binti Abi Bakar. Meskipun berbeda pada cara mereka mempraktikkannya. Aisyah mengumpulkan dulu apa yg hendak ia sedekahkan, jika sudah terkumpul banyak maka beliau membagi-bagikannya. Adapun Asma, beliau tidak pernah menyimpan uangnya, akan tetapi beliau langsung menginfakkan tanpa menyisakan untuk besok.” (Shifatus Safwah 2/85)

Dikutip dari 100 kisah bersama Rasulullah

Share:

Leave a reply