Penaklukan Khulafaur Rasyidin

Pembebasan Al Jazirah Tahun 18 s/d 20 Hijriyah

Al Jazirah adalah kawasan yang sangat luas. Kawasan tersebut terletak di timur laut negeri Syam, barat laut Iraq, dan selatan Turki sekarang. Daerah itu disebut Al Jazirah karena berada di antara sungai Eufrat dan sungai Tigris. Daerah itu mewadahi sejumlah kota penting, antara lain Raha, Riqqah, Nashibin, Hiran, dan Mardin. Sebagian kota-kota tersebut tunduk kepada Persia dan sebagian lainnya ikut Romawi, sedangkan sebagian besar penduduknya beragama Nashrani.[1]

Pada tahun 18 Hijriyah Umar radhiyallahu ‘anhumengarahkan Iyadh bin Ghanam yang berada di Syam untuk pergi membebaskan daerah Al Jazirah. Dia berhasil membebaskan kota-kota yang berada di daerah itu, baik melalui perang ataupun perdamaian.[2] Pada masa akhir kekhalifahan Umar, penduduk Al Jazirah berusaha membangkang terhadap kekuasaan Islam. Namun Umar berhasil menanggulanginya dengan mengirimkan tentara di bawah pimpinan Umar bin Sa’ad Al Anshari, Khalid bin Al Walid dan Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu anhum.[2]

Dikutip dari: Penaklukan Dalam Islam, DR.Abdul Aziz bin Ibrahim Al Umari, Penerbit Darussunnah

Note:

[1] Lihatlah deskripsinya dalam Yaqut Al Hamawi, Mu’jam Al Buldan 2/134, Dr Shalahuddin Al Munajjid; Mu’jam Amakin AL Futuh 32.

[2] Khalifah ibn Khayyath, Tarikh Khalifah Ibn Khayyath 139, Al Baladzary; Pembebasan dua negeri hal.176, Ath Thabari, Sejarahnya, Jilid 4 hal.225, Ibn Abd Al Baar; Al Istiab (penjabaran atas Al Ishabah jilid 3 hal.138), Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/534-569.

[3] Al Baladzary, Pembebasan Dua Negeri hal.181-186, Ibn Salam, Al Amwal hal.98

Artikel: www.KisahIslam.net

Share:

Leave a reply