Sang Penakluk

Sang Penakluk: Sultan Muhammad Al Fatih [Bag.02]

Penaklukan Konstatinopel

Setelah selesai mempersiapkan semua sarana yang akan digunakan untuk menaklukan Konstatinopel, Sultan Muhammad II Al Fatih memberangkatkan pasukannya yang mencapai 265 ribu, baik pasukan yang berjalan maupun yang berkuda. Mereka disertai dengan perlawanan yang besar. Mereka menuju Konstatinopel pada pagi hari ketiga bertepatan 20 Jumadil Ula 857H / 29 Mei 1453M. Pasukan Sultan Muhammad II Al Fatih berhasil menyerbu benteng-benteng Konstatinopel. Peristiwa ini sangat langka dalam sejarah, sebab dilakukan hanya dalam satu kali operasi militer. Dari penaklukan tersebut, Sultan Muhammad II Al Fatih mendapat gelar ‘Al Fatih’ dan beliau tidak dikenal kecuali dengan julukan tersebut.

Ketika Sultan Muhammad II Al Fatih masuk ke dalam kota ia langsung loncat dari kudanya dan melakukan sujud syukur kepada Allah ta’ala. Kemudian ia menuju gereja Aya Shofia dan memerintahkan untuk membangun masjid di tempat dimakamkannya sahabat Abi Ayyub Al Anshari orang yang berada dalam jajaran pasukan awal yang pernah menaklukan kota tua. Sultan Muhammad II menetapkan pengambilan Konstatinopel sebagai ibukota dari Daulah Utsmaniyah dan memberinya nama ‘Islam Baul’ dalam bahasa Arab senada dengan Darul Islam, kemudian diubah dan terkenal dengan ‘Istanbul’. Sultan Muhammad II menerapkan kebijakan yang toleran terhadap penduduk kota, memastikan mereka melakukan ibadah secara bebas dan memaafkan orang-orang yang meninggalkan kota dalam masa-masa pengepungan untuk kembali ke rumahnya.

Penyempurnaan Penaklukan

Setelah menyelesaikan penaklukan yang telah direalisasikan Sultan Muhammad II yang saat itu usianya belum melebihi 25 tahun, ia menuju Negara Balkan untuk menyempurnakan penaklukannya. Sultan Muhammad II menaklukan Serbia tahun 863 H /1459 M, Morah di Yunani 865 H / 1460 M, Aflaq dan Baghdan (Rumania) tahun 866 H / 1462 M, Albania sekitar tahun 867-884H / 1463 – 1479 M, Bosnia dan Herzegovina sekitar tahun 867-870 H / 1463-1465M. Ia juga berusaha menaklukan Hongaria tahun 881 H / 1476 M sebagaimana angan-angannya mengarah menuju Asia kecil maka ia menaklukan Trabzon tahun 866 H / 1461 M.

Dan termasuk yang menjadi tujuan-tujuan Sultan Muhammad II adalah ia ingin menjadi Kaisar di Roma, mengumpulkan pecahan baru ke dalam wilayah penaklukannya, dan menjadikan Konstatinopel sebagai benteng Byzantium. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, maka ia harus menaklukan Italia. Karena itu ia harus mempersiapkan yang dijanjikan, mempersiapkan armada besar dan mampu mengambil pasukannya dan jumlah yang besar untuk melakukan perlawanan dari dekat kota ‘Autran’. Pasukan Al Fatih berhasil menguasai benteng kota tersebut pada Jumadal Ula 885H / Juli 1480M.

Sultan Muhammad II berkeinginan untuk mengambil kota tersebut sebagai pondasi yang digunakan tempat melajunya pasukan dari arah utara menuju Roma, namun sebelum itu maut telah menjemputnya pada 4 Rabi’ul Awal 886 H / 3 Mei 1481 M.

Sultan Muhammad II: Sang Negarawan dan Pelindung Peradaban

Medan jihad dan perang yang diperjuangkan oleh Sulthan Muhammad II di tengah-tengah masa pemerintahannya, yang mencapai 30 tahun, masih belum menunjukkan prestasinya, dimana Dinasti Utsmaniyah bisa sampai melakukan peluasan yang sangat besar yang belum pernah dilihat sebelumnya. Namun Sulthan Muhammad II adalah seorang negarawan berkaliber tinggi yang mampu mengelola kerjasama dengan Kara Manley Mohammed Pasha. Sekretarisnya, Laits Zadeh Mohammed Chalabi mengarang buku yang diberi judul dengan nama nya sendiri. Muhammad Al Fatih berhasil meninggalkan prinsip-prinsip dasar politik Daulah Utsmaniyah yang masih berjalan sampai tahun 1255H/1839M.

Sulthan Muhammad II terkenal sebagai seorang pelindung peradaban dan sastra. Ia merupakan penyair yang bagus dan mempunya buku kumpulan syair-syair. Orientalis Jerman J Jacobs, telah menyebarkan syair-syairnya di Berlin pada tahun 1322H/1904M. Sulthan Muhammad II Al Fatih selalu belajar, membaca sastra dan syair, bersama para ulama dan penyair, dan memilih sebagian dari mereka dan menjadikannnya sebagai pejabat kementrian.

Termasuk bukti cinta Sulthan Muhammad II Al Fatih pada syair ia mempercayakan kepada Syehda, seorang penyair untuk mengatur puisi epos yang menggambarkan sejarah Utsmani seperti Syahnameh yang dilantunkan oleh al Firdausi. Sulthan Muhammad II Al Fatih ketika mendengar ada seorang yang ahli dalam satu bidang keilmuan maka ia memanggilnya dan memberinya bantuan dan pertolongan dengan harta atau membawanya ke kerajaan untuk mengambil keuntungan dari keilmuannya sebagaimana pernah dilakukan Sulthan Muhammad II Al Fatih bersama tokoh ahli ilmu astronomi, Ali Qashja al Samarqandi. Setiap tahunnya Sulthan Muhammad II Al Fatih mengirimkan harta yang banyak kepada penyair Hindia, Khawaja Jehan, dan penyair dari Persia, Abdurrahman Jabi.

Sulthan Muhammad II Al Fatih mendatangkan para pelukis dari Italia ke gedung kerajaan untuk menyelesaikan lukisan-lukisan kuno dan melatih sebagian orang kerajaan untuk mendalami bidang melukis.

Dan selain sibuk mengurusi jihad, Sulthan Muhammad II Al Fatih juga sibuk membangun dan merekonstruksi bangunan modern. Pada masa jabatannya, ia melakukan pembangunan lebih dari 300 masjid, diantaranya 192 masjid dan satu universitas di Istanbul di samping itu juga membangun 57 sekolahan dan asrama dan 59 kamar mandi umum.

Termasuk bangunan peninggalan Sulthan Muhammad II Al Fatih yang paling terkenal adalah Masjid Sulthan Muhammad dan Universitas Abu Ayyub Al Anshari.

Sungguh, Sulthan Muhammad II Al Fatih seorang muslim yang teguh dengan hukum-hukum syariat Islam, bertakwa, dan wara’. Itu semua karena keutamaannya yang tumbuh dan pengaruh yang agung yang melekat dari ayahnya. Adapun perilaku militer yang dilakukannya adalah perilaku yang sangat modern, yang belum pernah terlihat di Eropa pada abad pertengahan dan belum pernah dikenal metode ketentraannya sebelumnya.

Bersambung insyaallah..

Sumber: Dikutip dari ‘Para Penakluk Muslim Yang Tak Terlupakan’, Tamir Badar, Pengantar: Dr.Raghib As Sirjani, Penerbit al Kautsar

Artikel: www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia