Jejak Rasulullah

Foto: Peninggalan Biara Pendeta Buhaira

Biara ini terletak di Busra, Kota di Negeri Hauran ,di Negeri Syam. Bushra atau Bushra asy-Syam adalah kota administrasi Damaskus dan merupakan ibukota distrik Hawran. Kota ini berlokasi di selatan Suriah. Peninggalan sejarah yang terkenal dari kota ini adalah gedung teater Romawi, biara pendeta Bahira, dan Mabrak an-Naqah (tempat menderum unta).

Biara ditinggali oleh seorang Rahib Nasrani yang bernama Buhaira.  Biara ini pernah menerima kehadiran rombongan Abi Talib yang ketika itu membawa Nabi Muhammad dalam perjalanan perniagaan ke Negeri Syam.

Kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam Bersama sang Rahib, Buhaira

Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam berusia dua belas tahun – ada riwayat yang menyatakan; dua belas tahun dua bulan sepuluh hari – pamannya, Abu Thalib membawanya serta berdagang ke negeri Syam hingga mereka sampai di suatu tempat bernama Bushra yang masih termasuk wilayah Syam dan merupakan ibukota Hauraan.

Ketika itu juga, Syam merupakan ibukota negeri-negeri Arab yang masih dibawah kekuasaan Romawi. Di negeri inilah dikenal seorang Rahib yang bernama Buhaira (ada yang mengatakan nama aslinya adalah Jarjis). Ketika rombongan tiba, dia langsung menyongsong mereka padahal sebelumnya tidak pernah dia lakukan hal itu, kemudian menyampiri mereka, satu-persatu hingga sampai kepada Rasulullah lalu memegang tangannya sembari berkata: “Inilah penghulu para makhluk, inilah Rasul Rabb alam semesta, dia diutus oleh Allah sebagai rahmat bagi alam semesta ini”.

Abu Thalib dan pemuka kaum Quraisy bertanya kepadanya: “Bagaimana anda tahu hal itu?”.

Dia menjawab: “Sesungguhnya ketika kalian menanjak bebukitan, tidak satupun dari bebatuan ataupun pohon melainkan bersujud terhadapnya, dan kedua makhluk itu tidak akan bersujud kecuali terhadap Nabi. Sesungguhnya aku dapat mengetahuinya melalui cincin kenabian yang terletak pada bagian bawah tulang rawan pundaknya yang bentuknya seperti apel. Sesungguhnya kami mengetahui beritanya dari kitab suci kami.”

Kemudian barulah sang Rahib mempersilahkan mereka dan menjamu mereka secara istimewa. Lalu dia meminta kepada Abu Thalib agar memulangkan keponakannya tersebut ke Mekkah dan tidak lagi membawanya serta ke Syam sebab khawatir bila tercium oleh orang-orang Romawi dan Yahudi. Akhirnya, pamannya mengirimnya bersama sebagian anak-anaknya ke Mekkah. [Sunan at Tirmidzi 3620, Al Mushannaf karya Abi Syaibah XI/489, Dala’il karya al Baihaqi, II/24,25, Ath Thabari II/278-279. Di dalam Sunan at Tirmidzi dan selainnya disebutkan bahwa Abu Thalib mengutus bersamanya Bilal dan ini suatu kekeliruan yang jelas, sebab, Bilal ketika itu sepertinya belum ada, sekalipun sudah ada, maka dia tidaklah ikut serta bersama paman beliau, tidak pula bersama Abu Bakar, (Lihat Za al Ma’ad I/17)] [Dikutip dari ar Rahiq al Makhtum, SyaikhSyafiyurrahman al Mubarakfuri]

Foto Peninggalan Biara Buhaira

Buhaira 01

Buhaira 02

Buhaira Monk

Jalan Menuju Kolam Buhaira

*Dari berbagai sumber

Dipublikasikan kembali oleh: www.KisahIslam.net

Fanspage: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

Leave a reply