Kisah Para Khalifah & Raja

Pertolongan Allah, Memotong Tangan Teman Sendiri

QADHI Baha’uddin bin Syaddad dalam bukunya, An-Nawadir As-Sulthaniyah wal Mahasin Al-Yusufiyah, dalam peristiwa Ar-Raml di daerah ‘Aka, menulis: “Salah satu keunikan kisah ini yaitu, ada sebuah kerajaan dipimpin oleh raja bernama Sarasinqar. la seorang muslim. Sarasinqar sangat pemberani, dan telah membunuh banyak sekali musuh Allah dari tentara salib dan mengalahkan mereka. Mereka merasa sangat gentar menghadapi raja ini. Mereka melakukan berbagai cara untuk mengalahkannya.

Suatu waktu sebagian tentara salib keluar menuju kerajaan Sarasinqar. Mereka memancing sang raja agar keluar dari barisan pasukan muslimin dan berperang dengan mereka.

Benar saja, Sarasinqar terpancing dan mendekati tentara salib. Ia sangat pemberani, tidak kenal rasa takut. Ia seorang diri menghadap tentara salib ini di tempat persembunyian. Tentara salib mengepung dirinya dari segala penjuru. Seorang Nasrani menjambak rambut sang raja dengan kuat, agar yang lain dapat menghantamnya dengan pedang. Mereka mengepung Sarasinqar. Seorang dari mereka membabatkan pedangnya ke arah leher raja muslim ini.

Apa kira-kira yang akan dilakukan Allah dalam detik-detik terakhir ini?

Kira-kira apa yang akan dialami raja tersebut dalam kondisi demikian?

Baha’uddin melanjutkan, “Babatan pedang itu mengenai lengan orang yang menjerat rambut sang raja. Tangannya putus, dan Sarasinqar terlepas dari jeratannya, dan langsung ambil langkah seribu mendatangi para prajuritnya. Tentara salib itu terus mengejar di belakangnya, namun tidak seorang pun yang berhasil menyusulnya.

Sarasingqar pulang dengan selamat. Segala puji bagi Allah. Renungkan kelembutan Allah yang telah mengarahkan sabetan pedang orang kafir ke tangan orang yang menjerat rambut orang muslim, hingga putus, dan ia dapat menyelamatkan diri dari mereka.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka penug kejengkelan, karena mereka (juga) tidak memperoleh keuntungan apa pun. Cukuplah Allah (yang menolong) menghindarkan orang-orang mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahaperkasa.” (Al Ahdzab:25)

Sumber: Disalin dari buku “Jangan Putus Asa”, Dr.Salwa al-Udhaidan, Penerbit Daun Publishing

Artikel: www.kisahislam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia