Kisah Perang

Kisah Para Peminang Bidadari – Umair bin Abu Waqash Radhiyallahu’anhu

Pemuda tampan, gagah berani, usia nya masih kecil, tetapi semangatnya mengapai surga sangat besar, kisah nya memperjuangkan agama Allah, menjadi tamparan bagi setiap para pemuda Islam yang pada hari ini, menyia – nyiakan waktunya.

Dia adalah Umair bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu, saudara kandung dari Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu.

Ibnu Hisyam Rahimahullah menyebutkan nama aslinya adalah Umair bin Abu Waqqash bin Uhaib bin Abdul Manaf bin Zuhrah Radhiyallahu’anhu. Dia berasal dari Bani Zuhrah bin Kilab.

Pada saat menuju medan perang Badar, Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam memeriksa pasukan perang dari kaum Muslimin, beliau menolak para sahabat yang tidak memiliki kekuatan untuk ikut serta dalam pasukkan nya dan sahabat yang tidak memiliki kemampuan untuk berperang.

Diantara yang beliau Shallallahu’alaihi wa sallam tolak adalah Sahabat Umair bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu, karena usia nya yang masih kecil dan tubuh nya juga kecil. Maka Umair pun menangis. Melihat keteguhan nya untuk pergi berjihad, akhirnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam mengizinkan nya.

Umair -Ksatria Kecil Islam- ini dengan sigap langsung mengikatkan tali pedangnya dengan gagah berani. Dia berlindung dan bersembunyi agar tidak terlihat Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam lagi.

Saudara kandungnya, yakni Sa’ad bin Abi Waqqash Radhiyallahu’anhu bercerita : “Saya melihat adik saya Umair bin Abi Waqqash berlindung sebelum Rasulullah memeriksa kami pada perang Badar. Saya katakan kepada nya : “Ada apa dengan mu wahai saudara ku?”

Umair menjawab : “Saya takut dilihat oleh Rasulullah, ia menganggap saya masih kecil dan akhirnya nanti dia menolak saya (lagi). Sedangkan saya benar – benar ingin pergi Jihad, semoga Allah memberikan syahid kepada saya.” [Shifat Ash-Shafwah 1/294, Al-Mustadrak 3/188 dan Al-Ishabah 3/35. Dinukil oleh Abu Faris didalam as-Sirah An-Nabawiyyah hal 317]

Ketika terjadi pertempuran di badar, beliau bertempur dengan gagah berani dan apa yang beliau inginkan benar – benar terwujud, Allah memberikan syahid kepadanya.

Lihatlah bagaimana para sahabat berlomba – lomba menuju surga Allah, mereka tidak peduli, usia nya masih kecil atau tidak memiliki kemampuan. Niat yang tulus dan tekad yang kuat menghantarkan mereka ke Surga Allah Subhanahu wa ta’ala. Maka jangan sia – sia kan waktu kecuali waktu itu kita gunakan untuk mengapai surga Allah Subhanahu wa ta’ala.

-semoga Allah meridhai Umair bin Abi Waqqash dan meridhai seluruh para shabat-

[Disarikan dan disadur bahasa nya dari kitab As-Sirah An-Nabawiyyah karya Prof.DR.Ali Muhammad Ash-Shalabi. Terj Sejarah Lengkap Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam hal 431. cet Alkautsar]

Disalin oleh: Abu Abdillah Prima Ibnu Firdaus ar-Roni al-Mirluny, Kota Jambi, Kamis Sore : 06 Desember 2012 M

Artikel: www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia