Kisah Para Khalifah & Raja

Kisah Pengadilan Seorang Sulthan

Al-Ashifi berkata, “Suatu hari utusan hakim di daerah Bajanibanir tiba di hadapan Sultan Muzhfir Al-Halim AlKajarati. Utusan itu menyampaikan kalau seseorang yang berdagang kuda mengaku dizalimi olehnya. Sultan pun segera menindak-lanjuti laporan utusan itu dengan keluar menuju hakim.

Setibanya di sana, ia duduk bersama sang lawan di hadapannya. Si pedagang mengaku uang pembelian kudanya belum diterima. la keukeuh dengan pendapat-nya dan enggan angkat kaki sebelum menerima uang itu, dan sebelum hakim memutuskan. Ketika Sultan datang ke pengadilan dan mengucap salam, si hakim tidak bergerak dari tempat duduknya. Tidak hanya begitu, tetapi ia juga meminta Sultan tidak merasa sombong pada lawannya, melainkan duduk bersamanya dan tidak mungkir dari keputusan hukumnya. Setelah pedagang itu menerima uangnya, hakim bertanya, ‘Apakah engkau masih punya tuduhan padanya?’ Pedagang itu menjawab, ‘Tidak.’

Pada saat itu, hakim berdiri dari tempat duduknya, dan seperti biasa mengucapkan salam pada Sultan. Selain itu, ia juga menundukkan kepala sebagai permintaan maaf. Bersama sang lawan, Sultan berdiri dari tempat duduknya, kemudian menggandeng tangan hakim. Hakim itu diminta duduk, dan Sultan duduk di sebelahnya. Sultan berterima kasih pada hakim yang tidak menipu kebenaran. Bahkan, Sultan berkata, ‘Andai engkau berpaling dari caramu ini semata untuk melindungiku, niscaya aku akan meminta keadilan darimu, kemudian kuposisikan engkau sebagaimana manusia umumnya supaya tidak ada yang menderita karenamu. Semoga Allah memberimu balasan atas keberpihakanmu pada kebenaran. Seorang hakim memang harus sepertimu.’ Raja memuji hakim, sementara hakim membalas pujian itu dengan berkata, ‘Dan, seorang sultan memang harus sepertimu.” [al-I’lam jilid 4 hal.316]

Artikel: www.KisahIslam.net

Facebook Fans Page: Kisah Teladan & Sejarah Islam

=

Share:

Leave a reply

Hosted by Bestariwebhost - Web Hosting murah Vps Murah Indonesia