Uncategorized

Perkataan Hikmah Umar bin Khaththab

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuberkata, Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu biasa berkata,  Seandainya ada kambing yang matii di tepi sungai Eufrat, sungguh aku takut jika Allah menghisab Umar karena kambing itu.” (Shifatush Shafwah I/285).

Dari Abdullah bin Amir radhiyallahu ‘anhuberkata, Aku melihat Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu mengambil jerami lalu berkata, “Duhai, andai saja aku menjadi jerami ini. Andai saja, aku tidak diciptakan. Andai saja ibuku tidak melahirkanku. Andai saja aku tidak menjadi apa-apa, andai saja aku menjadi orang yang dilupakan.” (Shifatush Shafwah I/285).

Dari Tsabit bin Hajjaj berkata, Umar radhiyallahu ‘anhu berkata, “Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, dan timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang. Sesungguhnya hisab kelak akan ringan bila pada hari ini kalian menghisab diri kalian. Berhiaslah kalian untuk hari penampakan amal yang besar, di mana “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatu pun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).” (Al-Haqqah [69]: 18). (Shifatush Shafwah, 1/286).

Ahnaf berkata, Umar bin Khaththab radhiyallahu n’anhu pernah menasihatiku, “Wahai Ahnaf, barangsiapa yang banyak tertawanya maka berkuranglah kewibawaannya, barangsiapa yang bercanda maka dia akan diremehkan, barangsiapa yang sering melakukan sesuatu maka dia akan dikenal dengannya, barangsiapa yang banyak  bicara maka banyak  pula salahnya, barangsiapa yang banyak salah maka sedikitlah rasa malunya,  barangsiapa yang sedikit rasa malunya maka sedikitlah wara’nya dan bangsiapa yang sedikit wara’nya maka hatinya telah mati.” (Shifatush Shafwah I/287)

Dari Wadi`ah Al-Anshari berkata, aku mendengar Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menasihati seseorang, “Janganlah engkau mengatakan apa yang tidak bermanfaat. Kenalilah musuhmu dan waspadalah terhadap teman dekatmu kecuali kepada orang yang tepercaya, dan tidak ada orang yang tepercaya kecuali orang yang takut kepada Allah. Janganlah kamu berjalan bersama orang fajir sehingga dia mengajarkan kefajirannya kepadamu dan jangan kamu sebarkan rahasiamu kepadanya, serta jangan pula kamu memusyawarahkan urusanmu kecuali bersama orang-orang yang takut kepada Allah ‘Azza wa Jalla.” [Shifatush Shafwah, I/287]

Artikel: www.KisahIslam.net

Share: